SIFAT-SIFAT WAJIB PENGAMAL ILMU HIKMAH

Sifat-Sifat Wajib Yang Perlu Ada Pada Pengamal Ilmu Hikmah

Ini Kami Jelaskan Sifat-Sifat Yang Wajib Dan Harus Di Miliki Oleh Mereka Yang Hendak Belajar Atau Mendalami Ilmu Hikmah Dan Ilmu Allah SWT
 
Sekurang-kurangnya ada sebelas sifat yang harus dimiliki oleh orang-orang yang berada dalam perjuangan kerohanian, yang sedang memeriksa diri sendiri dan yang berusaha mencapai tujuan kerohanian serta yang menginginkan kekal berada dalam keadaan itu. Apabila Allah telah membenarkan mereka untuk tetap berada dalam keadaan itu dan berdiri teguh di dalamnya, maka mereka akan mendapatkan kedudukan yang tinggi.
 
Sifat pertama, hendaklah seorang hamba tidak bersumpah dengan menggunakan nama Allah, baik di dalam perkara yang benar mahupun di dalam perkara yang salah, dan baik secara sengaja atau tidak. Jika ia telah menyedari hal itu, yakni ia tidak bersumpah dengan menggunakan nama Allah, baik secara sengaja atau tidak, maka Allah akan membuka pintu cahaya-Nya baginya, ia akan menyedari faedahnya di dalam hatinya, pangkatnya di sisi Allah akan ditinggikan, kekuatan dan kesabarannya akan bertambah, sanak saudaranya akan memujinya dan jiran-jirannya akan memuliakan. Kemudian, orang yang kenal kepadanya akan menghormatinya dan orang yang melihatnya akan merasa gentar memandangnya.
 
Sifat kedua, hendaknya tidak berbuat bohong, baik berbohong yang sesungguhnya mahupun hanya sekadar lelucon sahaja. Jika ia telah dapat membuang perbuatan yang tidak diingini itu dan telah menjadi satu dengan dirinya, maka Allah akan membukakan hatinya dan membersihkan ilmunya, sehingga seakan-akan ia tidak pernah berbohong dan apabila ia mendengar orang lain berbohong, maka hatinya akan merasa benci dan malu. Jika ia berdoa kepada Allah supaya Dia menghilangkan perbuatan bohong itu dari dirinya, maka Allah pun akan memperkenankan doanya itu.
 
Sifat ketiga, apabila berjanji, hendaklah tidak mengingkari janji itu, atau jangan berjanji sama sekali. Dengan tidak mengingkari janji atau tidak berjanji sama sekali itu, ia akan mendapatkan sumber kekuatan dirinya, dan inilah tindakan yang seimbang untuk diikuti. Sebab, pengingkaran janji itu termasuk ke dalam perbuatan bohong. Jika ia berbuat demikian, maka pintu kemuliaan akan dibukakan baginya, darjat akhlak yang tinggi akan diberikan kepadanya, orang-orang yang benar akan cinta kepadanya dan pangkatnya di sisi Allah akan ditinggikan.
 
Sifat keempat, hendaklah tidak mengutuk makhluk atau menyakiti mereka, walau ia sendiri disakiti. Kerana sifat ini termasuk salah satu sifat yang baik dan termasuk kebajikan.Ini adalah suatu sifat yang benar. Jika seorang hamba bertindak berlandaskan pada sifat ini, maka ia akan berakhir dengan kehidupan yang baik di bawah lindungan Illahi, Allah akan menyediakan pangkat kerohanian yang tinggi untuknya, ia akan dipelihara dari jatuh ke lembah kebinasaan dan dari kejahatan manusia, dan Allah akan mengurniakan rahmat dan kedekatan kepada-Nya.
 
Sifat kelima, hendaknya tidak berdoa agar orang lain mendapatkan bahaya, walaupun orang itu memperlakukan dirinya dengan cara yang tidak baik.Janganlah membalas baik dengan lisan mahupun dengan perbuatan.Bersabarlah dan serahkanlah kepada Allah.Janganlah menuntut bela, baik dengan perbuatan mahupun dengan lisan. Orang yang dapat melakukan semua ini akan diberi kedudukan yang tinggi di sisi Allah. Orang yang terlatih dengan cara seperti ini dan tetap menjalankan sifat ini akan mendapatkan kemuliaan di dunia ini dan di akhirat kelak, dan ia akan dicintai oleh orang-orang yang benar, baik yang dekat mahupun yang jauh. Permohonannya akan diterima dan ia akan mendapatkan kemuliaan di hati orang-orang yang beriman.
 
Sifat keenam, janganlah seorang hamba itu mengatakan bahawa orang yang mengikuti kiblat yang sama, iaitu orang yang beragama Islam itu adalah musyrik, munafik atau kafir. Jika anda tidak mengkafirkan, memunafikkan atau memusyrikkan seseorang, maka itu menunjukkan bahawa kamu mengikuti sunnah Nabi besar Muhammad SAW, menjauhkan diri kamu dari berbuat kekacauan dalam perkara yang hanya diketahui oleh Allah sahaja dan menjauhkan diri dari siksaan-Nya, serta Allah akan mendekatkan kamu kepadarahmat dan keredhaan-Nya. Oleh kerana itu, ini adalah pintu yang mulia untuk menuju Allah SWT.Yang mengurniakan sifat ini kepada hamba-hamba-Nya yang beriman sebagai balasan atas kasih sayangnya kepada semua orang.
 
Sifat ketujuh, hendaklah seorang hamba itu menghindarkan dirinya dari perkara dosa, baik secara lahir mahupun secara batin, dan juga menjauhkan anggota badannya dari melakukan perbuatan dosa. Dengan demikian, hatinya dan juga seluruh anggota tubuhnya akan mendapatkan kurnia Allah di dalam dunia ini dan kurniaan yang disediakan untuknya di akhirat kelak. Kita berharap semoga Allah memberikan sifat ini kepada kita dan membuang segala hawa nafsu keduniaan dari hati kita.
 
Sifat kelapan, hendaklah seorang hamba itu tidak membebankan seseorang, baik beban itu berat maupun ringan. Sebaliknya, hendaklah ia membuang beban yang ditanggung oleh seorang, baik itu meminta atau tidak. Sebenarnya, sifat ini adalah sutau kemuliaan yang diberikan Allah kepada hamba itu dan sifat ini juga memberikan kekuatan kepadanya untuk menasihati orang lain supaya melakukan perbuatan baik dan meninggalkan perbuatan jahat. Ini adalah suatu kemuliaan bagi seorang hamba Allah. Hamba yang berada dalam peringkat ini akan memandang seluruh makhluk itu sama. Hati hamba yang berada dalam peringkat ini akan dijadikan oleh Allah tidak memerlukan apa-apa lagi. Hamba ini akan berpegang teguh dan menyerahkan kepada Allah saja. Allah tidak akan menaikkan darjat seseorang di sisi-Nya, jika ia masih terikat erat kepada kehendak hawa nafsunya. Menurut pandangan orang yang berada dalam peringkat ini, semua makhluk itu adalah sama dan mempunyai hak yang sama.Inilah pintu kemuliaan bagi orang yang beriman dan orang-orang yang soleh, dan inilah pintu yang sangat dekat kepada keikhlasan.
 
Sifat kesembilan, hendaknya seorang hamba itu tidak mengharapkan pertolongan manusia dan juga hatinya tidak menginginkan mulia. Hamba ini tidak memerlukan apa-apa lagi.Inilah kebaikan yang besar keyakinan dan kebergantungan yang erat kepada Allah.Inilah salah satu di antara pintu-pintu tawakal kepada Allah yang menghantarkan seseorang untuk takut kepada-Nya.Ini menunjukkan kesempurnaan amal agamanya.dan ini adalah tanda yang menunjukkan hubungannya yang langsung dengan Allah SWT.
 
Sifat kesepuluh, ialah merendahkan diri, iaitu tidak merasa bangga dan membesarkan diri. Dengan sifat ini, kedudukan seseorang akan ditinggikan dan dimuliakan oleh Allah, ia akan disempurnakan di sisi Allah dan juga di sisi manusia. Ia diberi kuasa untuk mendapatkan kehendaknya dalam urusan keduniaan dan keakhiratan.Sifat ini merupakan akar dan ranting bagi batang kesempurnaan ketaatan kepada Allah dan ini juga merupakan penolong yang menaikkan seorang hamba ke kedudukan orang-orang soleh yang redha dengan Allah di dalam kesusahan dan kesenangan.Dan inilah kesempurnaan wara ‘. Di dalam merendahkan diri itu, seorang hamba hanya melihat kelebihan orang lain dan ia berkata, “Barangkali, menurut pandangan Allah, orang itu lebih baik dan lebih kedudukannya daripada aku”. Jika orang itu adalah orang kecil, maka hamba itu berkata, “Orang ini tidak bersalah kepada Allah, sedangkan aku bersalah kepada-Nya. Oleh kerana itu, sudah barang tentu ia lebih baik daripada aku “. Jika orang itu orang besar, maka ia berkata, “Orang ini telah menghambakan dirinya kepada Allah, sebelum aku berbuat demikian”. Jika hamba itu melihat seorang yang ‘alim, maka ia berkata, “Orang ini telah diberi apa yang tidak diberikan kepadaku, ia telah mendapatkan apa yang tidak aku dapatkan, ia mengetahui apa yang tidak aku ketahui dan ia bertindak menurut ilmu pengetahuan”. Jika orang itu orang jahil, maka hamba itu berkata, “Orang ini tidak percaya kepada Allah, kerana ia jahil, sedangkan aku ingkar kepada-Nya, padahal aku berilmu. Aku tidak mengetahui bagaimana akhirnya aku dan bagaimana akhirnya orang itu “. Jika ia melihat orang kafir, maka ia berkata, “Aku tidak tahu, mungkin ia akan menjadi seorang muslim dan pada akhir hayatnya ia berada dalam kebaikan, sedangkan aku mungkin menjadi orang kafir dan berakhir di dalam kejahatan”.
 
Inilah pintu kasih sayang, pintu takut kepada Allah dan yang perlu kekal pada hamba-hamba Allah.
Oleh kerana itu, apabila hamba Allah telah menjadi orang seperti digambarkan di atas, maka Allah akan memeliharanya dari marabahaya, darjatnya akan dinaikkan sebagai orang yang berdampingan dengan Allah SWT dan ia akan menjadi orang pilihan-Nya. Ia akan menjadi teman Allah dan musuh iblis. Di sinilah terdapat pintu rahmat. Di sinilah kebanggaan dan kesombongan diri akan hancur lebur. Rasa ketinggian diri di dalam hal keagamaan, keduniaan dan kerohanian akan hilang musnah. Inilah intisari penghambaan dan penyembahan kepada Allah.tidak ada yang lebih baik daripada ini. Dengan tercapainya peringkat ini, maka lidahnya akan berhenti membicarakan hal-hal ahli dunia dan hal-hal yang sia-sia. Tidak ada kerjanya yang sempurna tanpa tangga ini. Rasa sombong, dengki dan melampaui batas akan hilang dari hatinya dalam semua keadaan. Perkataan dan tujuannya sesuai dengan apa yang terdapat dalam hatinya. Pendeknya, lahirnya sesuai dengan batinnya.

Menurut pandangannya di dalam hal nasihat-menasihati, manusia ini semua manusia ini sama. Di dalam memberikan nasihatnya, ia tidak pernah membuat perumpamaan tentang kejahatan dengan diri seseorang dan tentang tindakan baik dengan dirinya sendiri atau ia membicarakan kejahatan orang lain, dan ia tidak suka mendengar kejahatan orang lain dijadikan perumpamaan, kerana hal itu akan membahayakan hamba-hamba Allah, menyusahkan mereka dan membawa kerosakan kepada sifatnya, kecuali mereka yang ditolong Allah dengan rahmat-Nya untuk memelihara lidah dan hatinya agar selamat.

Sifat Ke Sebelas,ialah Dengan Banyak Bersyukur. Para pengamal ilmu hikmah hendaknya banyak bersyukur atas karunia yang Allah berikan. Cara untuk bersyukur adalah dengan memperhatikan hal-hal positif atau hikmah dari segala sesuatu. Apapun hasil yang didapat dari usahanya, hendaknya disyukuri dengan penuh kesedaran. Pengamal ilmu hikmah hendaknya menghindari sifat keluh-kesah atau suka membicarakan kesusahan dirinya. Hanya dengan bersyukur hati Anda akan lapang dan Allah akan menambahkan berkah bagi orang-orang yang bersyukur.

Insya Allah, apabila Anda memiliki 11 sifat tersebut, perjalanan Anda dalam mempelajari Ilmu Hikmah akan lancar. Sehingga cita-cita Anda, baik yang berhubungan dengan masalah duniawi mahupun masalah akhirat dapat Anda capai dengan keredhaan Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s